Selama hidup ini baru kali ini ku merasakan angin tak berhenti bersemilir di siang hari, terus menerus dan tak berhenti memberikan sejuknya untukku. Kali pertama benar benar kurasakan ini cinta, dan YAKIN ini CINTA. Haru ku mengis tertahan, teringat kau dimiliki orang yang tak kau yakini di hatimu. Kau paksa yakin karena cintamu, meski nyata dalam benakmu sakit kau merasa di setiap waktu. Ku bodoh atau cinta ini benar membutakanku, tempat ini tak pernah kau lihat meski terasa berat ku berjuang. Cita cita membahagiakan jadi posisi utama dalam hatiku. Memberikan senyuman dan kenyamanan dengan ku paksa tersenyum. Ini pilihanku menyenyangimu yang menyayanginya, yang harus ku berikan perhatian sepanjang hari. Ku tak merasa rugi seharusnya, tetapi cinta tak mampu di kata , meraihpun enggan di mata. AKU CINTA KAMU dan AKU BUTA KARENAMU. EGOIS sangat aku hari ini, rasa ini membuatku menjadi bukti nyata dari segala argumenku yang memaksa mereka berjauhan. Terasa tersiksa meski sebenarnya tak memiliki. Hai jiwa yang ada di dalam ku, sadarlah aku ini siapa, bukan siapa siapa di tempatnya. Kamu itu pelipur laranya,. sadarkan dirimu, cukup buat dia bahagia. Tak lebih dari itu.
Sekian waktu kamu akan mengerti, cinta harus memiliki. Makanya jangan mencitai seseorang jika harus merasakan sakit tak mampu memiliki. Aku hanya ingin menjadi orang yang tak berarti membuatmu bahagia, tersenyum tanpa beban nyata. Wahai perasaan, pergilah jauh dariku untuknya. Jauhkan rasa cemburu atas dia yang membahagiakanya. Ingatkan aku atas misiku, membahagiaakan dengan ku atau tanpa ku. Karena bahagianya jadi prioritas UTAMA
Cinta ini membuatku labil, tak bisa memilih harus jadi anak kecil. Aku kudu piye mak.... tanyaku setiap waktu, akan segala kebingungan atas perasaanku ....
to be continued