Mengikuti nafas untuk berjalan dengan pikir. Melangkah dengan jari dan ikut menari. Memberikan goresan tinta memutar wajahmu. Memberikan rona indah di kehidupanmu. Ceritakan tentang awan. Bersenandung dengan hujan. Kehidupan mengalir berbutar. Silih berganti dan akan segera sadar. Kepadamu kita berjalan dengan rutenya. Jalan yang tertulis dengan sengaja. Ku biarkan jari ini tetap berjalan. Diatas mulai berputar dan mengolah angan.
Rabu, 25 Juni 2014
Untukmu hujan
Kepada mu mungkin kisah ini akan ku bagi
Dan akan lebih kau mengerti suatu hari nanti
Sebenarnya apa yang berkeling di mata ini
Dan apakah yang kau rasa ketika melihatnya bersama di hati
Ketika dirimu membuat jejak dulu
Tak ada hentinya rasanya cerita tentangmu
Tentang hujan yang kau ceritakan
Tentang awan biru yang mendambakan
Melati, ingin rasanya ku memetikmu
Ingin ku rawat sebagai pengaharum dan menenangkan hatiku
Di kala kegundahan menyapa menegur
Ingin kau menjadi pelipur dan mulai menghibur
Dengan suara rintik hujan, kau kan membelai dengan desiran angin semilir
Dan kan ku temukan menki ku berjalan menyelusuri sampai ke hilir
Untukmu senyuman yang memberikan kehangatan
Aku malu jadi diriku yang membalas senyumanmu
Ingin rasanya menertawakan diri ini
Sekali lagi hingga puas lalu berhenti
Kepadamu melati yang menyejukan hati
Suatu hari kau akan mengeti
Atau mungkin suatu hari ini kau telah tahu
Akan apa yang kau mengerti
Kamis, 19 Juni 2014
Hujan untuk ... D'Fitri_a dulu
Tak biarkan mendung untuk menutupi indahnya dunia
Hujan datang cerahkan dengan tetesannya
Kembali daun layu kering merayu
Segar hidup kembali menghijau
Tanah kering retak sambat kembali diam bungkam
Dinginnya membuat tenang terbenam
Kau banyak membuat mereka resah
Rintikanmu yang kian menjadi buat gundah
Tak suka mereka banyak jika kau berontak
Tak pakai akalmu untuk sekedar berbagi kurang bijak
Hujan ...
Awan biru kan hadir ketika mendung kau hapus dari langit
Dan dia aakan kembali tersenyum tak lagi sengit
Daun ranting itu ikut dengan dendanganmu
ketika rintik pagi siang yang tak kaku
Tersenum mereka pada dunia
Ingin katakan seseuatu kepada Sang pencipta
Dengarkan jatuhannya
Sementara hatimu gudah gulana kan jadi tersenyum nyata
Mz U_Wie:
Hujan ...
Melati itu masih putih tanpa goresan
Belum cukup tua untuk sebuah kepastian
Tapi dia akan tetap layu
Sebelum atau setelah dipetik penemu
Tak seindah mawar mekar
Tapi harumnya semerbak tak minta imbalan berlembar
Untukmu .. Hujan
Langganan:
Postingan (Atom)