Tak pernah terpikir mungkin kata kata ini akan keluar dari bibir manisnya
Keluar sebagai kata kata inspirasi yang luar biasaMenggugah semangat untuk membuktikan diri sebagai seorang muslimahYang benar bukan karena hidup mewah megahTapi karena hati yang mampu memberikan jawaban atas tanya yang telah lama di pikirkan yang membuat gundah.Untuk apa berjilbab, tak ada gunanya. Menutupi rambut panjang nan indahku yang membuatku terlihat cantik. Memanjakan mata dengan kecantikan dan keindahan mahkotaku. Siapa wanita yang tak ingin di ganjar dengan sebutan cantik. Aku bangga memiliki rambut yang indah, panjang dan hitam. Menurutku wanita dengan rambut panjang itu menawan. Kenapa mereka memakai jilbab ? tanda tanya besar yang membuat diriku sedikit berpikir lebar. Kacamata masa beliaku memberikan gambaran jika keayuan wanita itu tersembunyi di balik jilbab, bukanya cantik it perlu disukuri. Terkadang terpikir oelhku pula jilbab itu tak membuat mereka para pemakainya lebih baik. Pakaianya aja longgar dengan jilbab yang besar, tapi kelakuanya tak jauh berbeda dengan mereka yang tak berjilbab. Buat apa pula aku memakai jilbab jika hanya sama dengan yang tak berjilbab. Kesimpulan singkat itu berlanjut ketika aku lulus SMA.Berlanjut ke jenjang lebih tinggi tempat kuliah yang aku ingini menuntut aku harus merubah kebiasaan. Yang "nggak banget" pake jilbab menjadi harus pake jilbab. Peraturan kampus mengharuskan memakai jilbab ketika proses perkuliahan. Ya mau ndak mau aku harus memakai jilbab. Hari-hari ku lewati dengan keterpaksaan. Dan jilbab itu sungguh sangat menyiksa bulan bulan pertama masa transisiku. Dan kebiasaan tetaplah kebiasaan setelah selesai kuliah jilbab itu langsung terlepas dari rambut indahku. Aku bangga dengan rambut indahku. Ketika bepergianpun tak ada jilbab yang menutupi rambutku. Tahun tahun berlalu membuat pola pikir itu sedikit bergeser. Rasa nyaman memakai jilbab terasa mengetuk hati. Tak ingin rasanya segera melepasnya ketika perkuliahan berakhir.Kini aku mulai menata hati, perilaku dan tutur kata. Pikiran tentang merubah tingkah dulu baru berjilbab sirna. Tak akan ada perilaku, tutur kata, dan hati yang seenaknya akan berubah ketika aku tak memakai jilbab dulu meski dulu terpaksa. Jadi ini jawaban tanyaku dulu. Jilbab akan merubahmu menjadi lebiah baik, menutupimu dari mata yang jelalatan, menjaga mahkotamu dari debu dan kotoran, juga memberikan kesejukan pada hati yang kan merubah tingkah laku dan perbuatan. Dan harapku kini semoga ini diberi keistiqomahan, menjadi kebiasaan baik untuk ku sekarang dan kalian.Pesan untuk kita kaum hawa " Jilbab tak akan pernah merubahmu ketika kau tak memakainya, Paksalah dirimu mengenakanya dan biasakan dirimu denganya, maka akan kau jumpai dirimu lebih sempurnya menjadi wanita seutuhnya. Memaksa untuk berbuat baik itu bukan kejahatan. Dan tepis kata mereka tentang berjilbab, yang harus berbuat baik dulu, yang harus merubah sikap dulu, yang harus bla bla bla.... Katakan pada mereka tak akan kamu jumpai perubahan lebih baik sebelum kamu memakai jilbab. Jilbab itu bukan menyembunyikan rambut indahmu, tapi menjaganya agar lebih mulai.Ini dia cerita dari teman yang baru akhir pekan ini kami berkenalan, semoga bermanfaat bagi kalian pembaca yang budiman.
Mengikuti nafas untuk berjalan dengan pikir. Melangkah dengan jari dan ikut menari. Memberikan goresan tinta memutar wajahmu. Memberikan rona indah di kehidupanmu. Ceritakan tentang awan. Bersenandung dengan hujan. Kehidupan mengalir berbutar. Silih berganti dan akan segera sadar. Kepadamu kita berjalan dengan rutenya. Jalan yang tertulis dengan sengaja. Ku biarkan jari ini tetap berjalan. Diatas mulai berputar dan mengolah angan.
Senin, 24 Agustus 2015
SS The inspiration
Senjamu
Bertahan di pagar garis senja
Tergolek lemas raga tanpa nyawa
Rambut putih wajah tanpa getih
Tertatih sebelum melayang
Masih terdengar suara hingar bingar benda melayang
Wanita tua itu kini telah merana
Tak ada lagi di sampingnya sanak saudara
Betapa tersiksa di akhir hayat di pembaringan
Tak ada lagi tangis dan tangan meratap kehilangan
Teringat karung bawaanmu
Di sanding kemanapun pergi bersama tanganmu
Tak lelah meski sengat sengat matahari membuat gerah
Di pakunya semangat erat erat di raga
Tak dilepaskan meski raga berteriak tersiksa
Termakan usia wajah dan tubuh perkasa dulu
Terhapus semua setelah sekarang layu
Tak dihiraukan dunia lagi
Tertinggal sisa sisa masa jaya lagi
Dia orang tuamu
Yang kau tinggalkan ketika tah butuhmu
Kau cari kau tindas
Kau tendang kau gilas
Kini raganya telah layu di ujung senja
Sementara kau tak ada pula disampingnya
Mereka wanita terkuatmu
Memberikan semangat tanpa henti pada mu
Tak seperti kau sekarang
Habis manis sepah dibuang
Maka rasakan nanti di tuamu
Di sisa masa di ujung ubun ubunmu
Maaf kan kami ibu
Maafkan kami ...
Tergolek lemas raga tanpa nyawa
Rambut putih wajah tanpa getih
Tertatih sebelum melayang
Masih terdengar suara hingar bingar benda melayang
Wanita tua itu kini telah merana
Tak ada lagi di sampingnya sanak saudara
Betapa tersiksa di akhir hayat di pembaringan
Tak ada lagi tangis dan tangan meratap kehilangan
Teringat karung bawaanmu
Di sanding kemanapun pergi bersama tanganmu
Tak lelah meski sengat sengat matahari membuat gerah
Di pakunya semangat erat erat di raga
Tak dilepaskan meski raga berteriak tersiksa
Termakan usia wajah dan tubuh perkasa dulu
Terhapus semua setelah sekarang layu
Tak dihiraukan dunia lagi
Tertinggal sisa sisa masa jaya lagi
Dia orang tuamu
Yang kau tinggalkan ketika tah butuhmu
Kau cari kau tindas
Kau tendang kau gilas
Kini raganya telah layu di ujung senja
Sementara kau tak ada pula disampingnya
Mereka wanita terkuatmu
Memberikan semangat tanpa henti pada mu
Tak seperti kau sekarang
Habis manis sepah dibuang
Maka rasakan nanti di tuamu
Di sisa masa di ujung ubun ubunmu
Maaf kan kami ibu
Maafkan kami ...
Rabu, 19 Agustus 2015
Harap ingin Lekas Nyata
Kapan terakhir dirimu punya harapan
Dan kapan pula terakhir kamu ingin tetap bertahan
Ketika waktu melaju dan terus berjalan lurus
Tak pernah sedikitpun bergeser sejurus
Keinginan dan harapan tak sedikitpun punya titik temu
Semakin berjalan waktu ditempuh semakin jemu
Dan lilin itupu akan redup dan mati
Sumbu terbakar pula semakin hilang dan pergi
Lalu kenapa ditanyakan tentang harapan dan kepastian
Harapan memberimu sebuah kesempatan mencoba
Melalui sebuah masa kerja yang terkadang harus dipaksa
Kerja keras tanpa lelah memeras keringat
Demi hasil nyata sebuah kata harapan yang ikut menyengat
Dan tanyakan kapan harapanmu tetap ada ?
Kapan terakhir dirimu punya impian
Kapan pula terakhir impian itu ingin kau wujudkan
Ketika keinginan tak seiring dengan keadaan
Berjalan pincang ditengah jalan
Tak mampu berhenti
Karena ingin tak pernah ingin mati
Di lengkapinya kaki sejadi jadinya
Berjalan selangkah langkahnya
Untuk mu sebuah impian
Ingin terwujud nyata dalam kehidupan
Melengkapi jati sebuah langkah
Yang ikut membuat kebahagiaan ini indah
Demi impian untuk melangkah jadi nyata
Kapan impianmu kau jadikan nyata?
Sebuah janji pada diri
Sebuah ingin yang tak pernah mati
Sebuah mimpi yang ingin jadi nyata
Juga sebuah tanda tanya kapan kau tetap ada untuknya.
Dan kapan pula terakhir kamu ingin tetap bertahan
Ketika waktu melaju dan terus berjalan lurus
Tak pernah sedikitpun bergeser sejurus
Keinginan dan harapan tak sedikitpun punya titik temu
Semakin berjalan waktu ditempuh semakin jemu
Dan lilin itupu akan redup dan mati
Sumbu terbakar pula semakin hilang dan pergi
Lalu kenapa ditanyakan tentang harapan dan kepastian
Harapan memberimu sebuah kesempatan mencoba
Melalui sebuah masa kerja yang terkadang harus dipaksa
Kerja keras tanpa lelah memeras keringat
Demi hasil nyata sebuah kata harapan yang ikut menyengat
Dan tanyakan kapan harapanmu tetap ada ?
Kapan terakhir dirimu punya impian
Kapan pula terakhir impian itu ingin kau wujudkan
Ketika keinginan tak seiring dengan keadaan
Berjalan pincang ditengah jalan
Tak mampu berhenti
Karena ingin tak pernah ingin mati
Di lengkapinya kaki sejadi jadinya
Berjalan selangkah langkahnya
Untuk mu sebuah impian
Ingin terwujud nyata dalam kehidupan
Melengkapi jati sebuah langkah
Yang ikut membuat kebahagiaan ini indah
Demi impian untuk melangkah jadi nyata
Kapan impianmu kau jadikan nyata?
Sebuah janji pada diri
Sebuah ingin yang tak pernah mati
Sebuah mimpi yang ingin jadi nyata
Juga sebuah tanda tanya kapan kau tetap ada untuknya.
Senin, 10 Agustus 2015
Perhatian Gila
Terakhir ku lihat matamu masih menunduk
Tak sempat melihat wajah hanya mengangguk
Kau rapatkan kaki kakimu
Tak dibiarkan terlihat meski sebuku
Kau simpan rapat rapat tawamu
Senyuman cukup emngungkapkan isi hatimu
Kau anak tujuhbelasan yang menawan
Didepan mata mereka tak mau menutup meski sekedipan
Kau umbar ayumu kemana mana
Senyumu kau tebar di depan muka semua
Tak kau hiraukan kaca mata beda warna
Biru putih hitam sejuta rasa
Sampai pengharapan lebih jadi tujuan
Semua mereka ingin menjadi terdepan
Ingin jadikan kamu miliknya
Yang tercantik di depan mata
Kamu lupa mereka perasa yang beda
Punya masing masing hati yang juga punya luka
Tak hanya luka menganga
Lebih perih membuat letih
Lebih panas membuat ganas
Kau tebar harapan harapan
Kau berikan senyuman pula dihadapan
Dan mereka berharap lebih darimu
Untuk menjadi kekasihmu
Kau tebar gambar membuat menganga
Dan akhir cerita mereka sadar dan jangan disangka
Kau sang penyebar pesona
Kau sang pengila perhatian
Tak sempat melihat wajah hanya mengangguk
Kau rapatkan kaki kakimu
Tak dibiarkan terlihat meski sebuku
Kau simpan rapat rapat tawamu
Senyuman cukup emngungkapkan isi hatimu
Kau anak tujuhbelasan yang menawan
Didepan mata mereka tak mau menutup meski sekedipan
Kau umbar ayumu kemana mana
Senyumu kau tebar di depan muka semua
Tak kau hiraukan kaca mata beda warna
Biru putih hitam sejuta rasa
Sampai pengharapan lebih jadi tujuan
Semua mereka ingin menjadi terdepan
Ingin jadikan kamu miliknya
Yang tercantik di depan mata
Kamu lupa mereka perasa yang beda
Punya masing masing hati yang juga punya luka
Tak hanya luka menganga
Lebih perih membuat letih
Lebih panas membuat ganas
Kau tebar harapan harapan
Kau berikan senyuman pula dihadapan
Dan mereka berharap lebih darimu
Untuk menjadi kekasihmu
Kau tebar gambar membuat menganga
Dan akhir cerita mereka sadar dan jangan disangka
Kau sang penyebar pesona
Kau sang pengila perhatian
Minggu, 09 Agustus 2015
Aku mau Kamu tahu
Sayang yang bagaimana yang di inginkan
Perhatian macam apa yang dirharapkan
Pagi bertubi diberikan tanpa jengkal
Malam terjaga untuk sebuah penantian
Pengorbanan tak henti untuk impian
Tak perhatikan diri hingga kering
Kuceritakan diakhir sore ini
Badan tak senang membuat iri
Tak berikan kesempatan mata terpejam
Wajah diam merah padam
Dan amarah memuncak sampai di maki
Hilang akal sekian waktu
Dan tertinggal sejenak apa yang ada di benakmu
Badan tak senang membuat iri
Tak berikan kesempatan mata terpejam
Wajah diam merah padam
Dan amarah memuncak sampai di maki
Hilang akal sekian waktu
Dan tertinggal sejenak apa yang ada di benakmu
Ini perjalanan
Segudang impian tertulis nyata di depan
Pikiran menggunung sampai bingung
Ingin diungkapkan tak cukup dan bersambung
Lalu apa yang dilakukan tangan untuk melambai
Apa yang dilakukan kaki untuk melangkah
Dan ....
Abaikan semua ketika lelah
Karena semua telah kembali ke arah
Ingatkan pikirmu kepada Nya
Segudang impian tertulis nyata di depan
Pikiran menggunung sampai bingung
Ingin diungkapkan tak cukup dan bersambung
Lalu apa yang dilakukan tangan untuk melambai
Apa yang dilakukan kaki untuk melangkah
Dan ....
Abaikan semua ketika lelah
Karena semua telah kembali ke arah
Ingatkan pikirmu kepada Nya
Kamis, 06 Agustus 2015
Bayangan (Kawan)
Ku kekarkan jari ini untuk menunjuk
Huruf acak agar mulai berbentuk
Ku curahkan kata untuk bait terindah
Di susun ku tanpa secuil amarah
Rasa dan kata ini telah menyatu
Memberikan mata agar melihat semua di hatimu
Dan kawan ini ku ceritakan
Aku hanya kawanmu
Tak sejengkal langkah mampu membuat tahu
Ku dengarkan keluh kesah
Ku perhatikan dirimu agar tak semakin gerah
Diam membuat ku mengerti
Kadang aku hanya kerikil untukmu berdiri
Kawan ini kata maafku untukmu
Tak semu inginmu ku mengerti mu
Hanya mendekatkan pikir
Agar kita semua semakin tak berakhir
Kawan_Lama
Ketika Dunia Tak Lagi Memotivasi
Mata terbuka semenjak subuh bergemuruh
Suara adzan berkumandang memanggil telinga telinga bertubuh
Tak ada kehangatan di pagi itu
Tak di dapati pula lampu seperti dulu
Sejurus lalu air mulai gemericik terdengar
Bulu tengkuk mulai merinding gemetar
Dipaksanya dengan nafas panjang
Agar tubuh ini tak lanjut menggelincang
Sarung di lehernya di pakai sejadinya
Di ikatkan pada pinggang kecil di badannya
Kini pandangan tertuju pasti
Kain dengan lukis ka'bah di pakai jadi
Kini pikir hilang semua
Tertuju pasti pada Sang Pencipta
Sesaaat terdiam dalam tenang
Sejurus terpaku menyelam sembahyang
Saat mata terbuka terusap tangan
Bermunajat kepada Nya akan segala keinginan
Menjadi lebih baik dari hari kemarin
Dan menjadi lebih baik untuk hari esok
Dan tertidur dalam iman kepada Nya
Suara adzan berkumandang memanggil telinga telinga bertubuh
Tak ada kehangatan di pagi itu
Tak di dapati pula lampu seperti dulu
Sejurus lalu air mulai gemericik terdengar
Bulu tengkuk mulai merinding gemetar
Dipaksanya dengan nafas panjang
Agar tubuh ini tak lanjut menggelincang
Sarung di lehernya di pakai sejadinya
Di ikatkan pada pinggang kecil di badannya
Kini pandangan tertuju pasti
Kain dengan lukis ka'bah di pakai jadi
Kini pikir hilang semua
Tertuju pasti pada Sang Pencipta
Sesaaat terdiam dalam tenang
Sejurus terpaku menyelam sembahyang
Saat mata terbuka terusap tangan
Bermunajat kepada Nya akan segala keinginan
Menjadi lebih baik dari hari kemarin
Dan menjadi lebih baik untuk hari esok
Dan tertidur dalam iman kepada Nya
Rabu, 05 Agustus 2015
Gelas Coklat dari SS
Semalam segelas susu hangat ditawarkan
Dengan sedikit senyuman "maya" ku lihat kenyataan
Susu coklat kesukaanku
Dengan gleas bulat di tanganku
Terbayang sudah semua khayalan jadi nyata
Tapi maya terasa ketika ku buka mata
Wanita ini mutiara bundanya
Pendirian teguh dan "yakin" membuta mata
Terbaik dari bunda diberikan
Untuk anak yang semakin beranjak ke depan
Rambutmu kini mulai panjang
Semakin indah meyakinkan
Tapi memilih dibungkus
Agar suatu saat tubuh ini tak di buat hangus
Semua membuat ingat
Ketika tubuh ini tertekan berkeringat ...
Remember #
Dengan sedikit senyuman "maya" ku lihat kenyataan
Susu coklat kesukaanku
Dengan gleas bulat di tanganku
Terbayang sudah semua khayalan jadi nyata
Tapi maya terasa ketika ku buka mata
Wanita ini mutiara bundanya
Pendirian teguh dan "yakin" membuta mata
Terbaik dari bunda diberikan
Untuk anak yang semakin beranjak ke depan
Rambutmu kini mulai panjang
Semakin indah meyakinkan
Tapi memilih dibungkus
Agar suatu saat tubuh ini tak di buat hangus
Semua membuat ingat
Ketika tubuh ini tertekan berkeringat ...
Remember #
Langganan:
Postingan (Atom)