Jumat, 19 September 2014

Tulisan Pertama

Ini kisah yang tak akan berakhir. Kisah ini berawal dari guyonan ringan yang tak sengaja mengalir seperti air. Seperti filosofi yang pernah ada “ Kehidupan ini seperti mampi ngombe”. Ya hanya sebentar dan setelah itu kita harus pergi kerumah kita sebenarnya. Yang harus dipilih dengan semua konsekuensi yang ada. Surga dan neraka, pilihan yang mengharuskan berbuat baik dengan aturan, atau berbuat se enaknya tanpa pikiran. Inilah kehidupan dengan aturan yang ada tetapi kita mnegikutinya dengan senang, dengan bahagia, senyuman, semangat. Kehidupan ini kan lebih berarti dari pada sekedar  hanya membuat bahagia diri sendiri. Lebih daripada itu, kehidupan ini kan menciptakan sebuah keharmonisan yang sangat luar biasa indahnya. Keindahan yang tak akan ternilai dengan materi atau bisa dikatakan tak akan tergantikan ,oleh apapun yang ada di dunia ini. Kebahagiaan ini adalmah nikmat iman. Nikmat yang akan membuat semua yang merasakanya menjadi lebih nyaman meniti kehiduoan di dunia ini. Menciptakan kesabaran dalam suasana yang tak menentu, memberikan kelapangan saat terhimpit serta menciptakan kebahagiaan yang tak akan ternilai.
Sekali lagi ini adalah kehidupan yang telah lama dirasakan oleh semua orang. Dilalui dengan putus asa, tergesa gesa atau sekedar menerima dan memberi tanpa aba-aba. Mengikuti kata hati dan berjalan dengan ilmu yang telah dipelajari. Tak pernah ada yang menyangka untuk tujuan hidup selanjutnya. Karena mereka mengetahui bahwasanya kehidupan di dunia ini hanya sementara dan tak akan lama semua akan sirna. Raga ini tak akan berharga lagi, setelah otot yang melekat di tulang ini telah kembali bersama tanah dan ikut dikemah bersama nanah serta belatung pembusuk yang membuat raga ini semakin remuk. Tak akan yang berdaya dibuatnya, bahkan melihatmu tak ingin di buatnya. Melirik saja membuat ingin muntah apa lagi melihat dengan mata melotot bisa pusing dan sakit beberapa hari dibuatnya. Betapa tidak berharga raga ini. Raga yang dibanggakan dengan sejuta kata dan puisi dalam sebuah tulisan akan kau buang begitu saja serasa tak ada gunanya. Semua kata dan tindakanmu akan menjadi sebuah cerita anak cucumu kelak. Dengan sejuta bumbu asin atau manis atau lebih parahnya pahit. Tak mengerti dengan semua ini mkarena kehidupan ini memang sangat luar biasa.
Sadar ketika sebuah sperma berlarian menuju sel telur. Belomba lomba dengan sekuat tenaga, saling berebut sportif dan tetap menjaga agar semua baik baik saja. Dan ketika pemenang ada, maka akan dibuahinya hingga menjadi sebuah bakal. Sebuah bakan yang pada akhirnya terlahir dan menjadi manusia dengan ceritanya. Sebelum terlahir ke dunia, mereka akan di beri beberapa pertanyaan. Yang akan mereka pertanggungjawabkan ketika sudah usai semua tugas dan memang seharunya purna. Kehidupan yang kau anggap nyata di dunia sangat terasa begitu fana pada akhirnya.
Sadar ataupun belum, pada akhirnya kita tidak akan menyangka bahwa apa yang telah kita rencanakan akan menjadi sebuah kenyataan. Dengan perjuangan atau tidak itu ada sebuah proses yang sebenarnya memang harus kita lalui. Tersadar di akhir pekan, sebuah kisah ternyata sudah menyisip pada kehidupan kita. Dengan sebuah skenario yang tak pernah di duga atau direncanakan tetapi secara kebetulan atau lebih pastinya sudah digariskan dengan sememstinya. Inilah kehidupan kau anggap lucu atau kau tertawakan tetap saja kau lalui dengan senang hati atau malah terpaksa.
Jika ditilik dari semua cerita yang pernah didengar, kehidupan ini adalah sebuah pilihan yang mestinya harus kita pilih. Pilihan yang membuat kehidupan ini jadi lebih bermanfaat dan membuat diri ini akan naik satu tingkat lebih dewasa. Kedewasaan tak akan dapat kau ukur dengan sekedar melihat KTP lalu dilihat tanggal lahirnya. Lebih dari itu kedewasaan akan nampak dari semua aspek yang dia lakukan. Sadar ataupun tidak tanpa kita melihat dan mengikuti perkembangan ereka kita tak akan mampu untuk melihat sikap dan perilaku mereka. tidak bisa menilai kedewasaan seseorang dengan hanyua melihat sekilas atau hanya sekali pandang. Perlu tahapan yang harus dilalui agar bisa mengetahui kedewasaan seseorang. Perilakunya akan segera terlihat ketika kita mengadakan kerja kelompok atau kegiatan yang harus dilakukan dengan banyak orang. Dengan kegiatan seperti itu amaka akan kita dapati bagaimana cara pikir mereka menghadapi masalah dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut dengan keadaan yang ada dan dengan tekanan yang mungkin dirasakan dengan keadaan yang ada.
Umumnya kedewasaan seseorang tak bisa di nilai dari dirinya sendiri, akan tetapi dari orang lain yang dekat dengan kita yang akan menilai bagaimana kedewasaan kita sekarang. 

Selasa, 16 September 2014

Nyanyian malam

Nyanyian mu terdengar di setiap malamku
Suaramu jauh masih terus memburu
Tak merampas kebahagian atas jarak
Senyumanpun tak mau segera memihak
Kuputuskan melukis daun jatuh
Gugur bukan karena rapuh
Terbawa angin, tua ikut membuat lekas
Hempasan napas alam ikut membujurkannya kaku

Tanah kita telah lama subur
Rakyatnya harusnya ramai makmur
Bukan malah menjamur
Di jalanan kota semakin membuat pandangan blawur
Pemerintah bukan ngawur
Atau sekedar mengendurkan ikat pinggang mulai ngelantur

Sudah aku ingin tidur dulu
Beralaskan tikar kurasa sejak pertama bertemu
Dingin memelukku dini ini
Membuat tulang belulang terpikat tegangan tinggi
Dan aku terlelap ....