Nyanyian mu terdengar di setiap malamku
Suaramu jauh masih terus memburu
Tak merampas kebahagian atas jarak
Senyumanpun tak mau segera memihak
Kuputuskan melukis daun jatuh
Gugur bukan karena rapuh
Terbawa angin, tua ikut membuat lekas
Hempasan napas alam ikut membujurkannya kaku
Tanah kita telah lama subur
Rakyatnya harusnya ramai makmur
Bukan malah menjamur
Di jalanan kota semakin membuat pandangan blawur
Pemerintah bukan ngawur
Atau sekedar mengendurkan ikat pinggang mulai ngelantur
Sudah aku ingin tidur dulu
Beralaskan tikar kurasa sejak pertama bertemu
Dingin memelukku dini ini
Membuat tulang belulang terpikat tegangan tinggi
Dan aku terlelap ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar