Terakhir ku lihat matamu masih menunduk
Tak sempat melihat wajah hanya mengangguk
Kau rapatkan kaki kakimu
Tak dibiarkan terlihat meski sebuku
Kau simpan rapat rapat tawamu
Senyuman cukup emngungkapkan isi hatimu
Kau anak tujuhbelasan yang menawan
Didepan mata mereka tak mau menutup meski sekedipan
Kau umbar ayumu kemana mana
Senyumu kau tebar di depan muka semua
Tak kau hiraukan kaca mata beda warna
Biru putih hitam sejuta rasa
Sampai pengharapan lebih jadi tujuan
Semua mereka ingin menjadi terdepan
Ingin jadikan kamu miliknya
Yang tercantik di depan mata
Kamu lupa mereka perasa yang beda
Punya masing masing hati yang juga punya luka
Tak hanya luka menganga
Lebih perih membuat letih
Lebih panas membuat ganas
Kau tebar harapan harapan
Kau berikan senyuman pula dihadapan
Dan mereka berharap lebih darimu
Untuk menjadi kekasihmu
Kau tebar gambar membuat menganga
Dan akhir cerita mereka sadar dan jangan disangka
Kau sang penyebar pesona
Kau sang pengila perhatian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar