Mengikuti nafas untuk berjalan dengan pikir. Melangkah dengan jari dan ikut menari. Memberikan goresan tinta memutar wajahmu. Memberikan rona indah di kehidupanmu. Ceritakan tentang awan. Bersenandung dengan hujan. Kehidupan mengalir berbutar. Silih berganti dan akan segera sadar. Kepadamu kita berjalan dengan rutenya. Jalan yang tertulis dengan sengaja. Ku biarkan jari ini tetap berjalan. Diatas mulai berputar dan mengolah angan.
Rabu, 25 Juni 2014
Untukmu hujan
Kepada mu mungkin kisah ini akan ku bagi
Dan akan lebih kau mengerti suatu hari nanti
Sebenarnya apa yang berkeling di mata ini
Dan apakah yang kau rasa ketika melihatnya bersama di hati
Ketika dirimu membuat jejak dulu
Tak ada hentinya rasanya cerita tentangmu
Tentang hujan yang kau ceritakan
Tentang awan biru yang mendambakan
Melati, ingin rasanya ku memetikmu
Ingin ku rawat sebagai pengaharum dan menenangkan hatiku
Di kala kegundahan menyapa menegur
Ingin kau menjadi pelipur dan mulai menghibur
Dengan suara rintik hujan, kau kan membelai dengan desiran angin semilir
Dan kan ku temukan menki ku berjalan menyelusuri sampai ke hilir
Untukmu senyuman yang memberikan kehangatan
Aku malu jadi diriku yang membalas senyumanmu
Ingin rasanya menertawakan diri ini
Sekali lagi hingga puas lalu berhenti
Kepadamu melati yang menyejukan hati
Suatu hari kau akan mengeti
Atau mungkin suatu hari ini kau telah tahu
Akan apa yang kau mengerti
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar