Mengikuti nafas untuk berjalan dengan pikir. Melangkah dengan jari dan ikut menari. Memberikan goresan tinta memutar wajahmu. Memberikan rona indah di kehidupanmu. Ceritakan tentang awan. Bersenandung dengan hujan. Kehidupan mengalir berbutar. Silih berganti dan akan segera sadar. Kepadamu kita berjalan dengan rutenya. Jalan yang tertulis dengan sengaja. Ku biarkan jari ini tetap berjalan. Diatas mulai berputar dan mengolah angan.
Kamis, 19 Juni 2014
Hujan untuk ... D'Fitri_a dulu
Tak biarkan mendung untuk menutupi indahnya dunia
Hujan datang cerahkan dengan tetesannya
Kembali daun layu kering merayu
Segar hidup kembali menghijau
Tanah kering retak sambat kembali diam bungkam
Dinginnya membuat tenang terbenam
Kau banyak membuat mereka resah
Rintikanmu yang kian menjadi buat gundah
Tak suka mereka banyak jika kau berontak
Tak pakai akalmu untuk sekedar berbagi kurang bijak
Hujan ...
Awan biru kan hadir ketika mendung kau hapus dari langit
Dan dia aakan kembali tersenyum tak lagi sengit
Daun ranting itu ikut dengan dendanganmu
ketika rintik pagi siang yang tak kaku
Tersenum mereka pada dunia
Ingin katakan seseuatu kepada Sang pencipta
Dengarkan jatuhannya
Sementara hatimu gudah gulana kan jadi tersenyum nyata
Mz U_Wie:
Hujan ...
Melati itu masih putih tanpa goresan
Belum cukup tua untuk sebuah kepastian
Tapi dia akan tetap layu
Sebelum atau setelah dipetik penemu
Tak seindah mawar mekar
Tapi harumnya semerbak tak minta imbalan berlembar
Untukmu .. Hujan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar