Jumat, 12 Desember 2014

Melatiku

Ku buang dengan tali seutas
Kesal ini ku paksa pergi lepas
Raut wajah yang kau tunjukan
Tambahkan pekik dirasa dalam perasaan
Senja tak mau lepaskan tawaku
Ditawanya terbelenggu hingga layu
Senyumanpun tak kan kau dapati
Hingga terpaku tak mampu berdiri Selangkah ku gapai angan yang terlambat datang
Sadarku terbangun terbelalak akan suaramu garang
Ku tahan hatiku ikut berkata
Ku bungkam suaraku hingga diamku
Biarku rasa ini sendiri baik dalam hati Ini cerita emas dan mutiara
Juga emas dan intan permata
Tak ditemukan angan dibui
Ditemukan lain hingga bulu kuduk berdiri
Terlupa datang untuk hargai langkah
Dipaksa ingat buat tambah bernanah
Dan hanya kata yang menjabarkanya
Diceritakanya kepada hati yang mulai menyadari
Suatu saat kebersamaan akan berakhir bahagia
Yakin terasa hingga terlupa
Aku di sini kau disana Ingatkan aku ketika melangkah
Kau mungkin dia lelah
 "antara Emas yang tak terlihat mata dan intan permata di jari nyata "

10 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar