harus ku mulai dari mana
kisah ini salah dan selalu membuat aku bertanya
terbentur situasi yang tak mampu dirubah
harus berakhir atau menempel di tanah
rasanya aku ingin menyerah
tak ada guna ku pertahankan dengan memeras darah
rasanya pikir ini mulai gerah
muak dengan wajah penuh sandiwara
tertutup senyuman diraut muka
lelahku bermunculan di wajah
gurat gurat nyata penuh dengan amarah
timbul dengan rona senyap
termakan api cemburu asap mengepul engap
bahagia dan derita bercampur aduk
bersama ku rasakan saling tertumpuk
ku katakan berkali
ku sampaikan dengan pahamkan ini
namun masih tabu semuanya
terlihat jelas tatapmu pada matanya
pandangan pasti tanpa peduli
tak hiraukan bergitu banyak gunjing menanti
ku pahamkan berkali dan tak mau mengetti
egoisnya rasa masih tetap memaksa
bertahan dalam kepastian
kepastian tanpamu dalam pelukan
sebelumnya aku yakin dengan semua
genggaman tanganmu erat begitu nyata
atau ini hanya kamuflase
yang membuat pandangan ini jadi klise
cinta pidahalah rumah dari nya
jelas tak akau dapat meski kau merapat
tak akan kau mengerti meski kau pahami
karena hati punya ingin sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar